Kenali Gejala GGAPA Pada Anak, Berikut Ini Langkah Pencegahan

Kenali Gejala GGAPA Pada Anak, Berikut Ini Langkah Pencegahan

Fofo Ilustrasi kesehatan


KORANMANADO.CO.ID- Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak akhir-akhir ini menjadi momok menakutkan bagi orang tua. Banyak telah terkonfirmasi terkait kasus ini. Meski belum ditemukan di Provinsi Sulawesi Utara, namun pemerintah telah melakukan langkah-langkah pencegahan.

Lalu seperti apa GGAPA pada anak?  Berikut penjelasan singkat Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo. Gangguan ginjal atau GGAPA adalah suatu keadaan terjadi penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi atau penyaringan ginjal yang terjadi pada anak usia 0-18 tahun (mayoritas usia 0-5 tahun), dengan gejala dan tanda sebagai berikut. Berkurangnya volume dan frekuensi buang air kecil (BAK) atau tidak ada BAK yang terjadi secara tiba-tiba.

Tidak terdapat riwayat kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronis Peningkatan ureum kreatinin (kreatinin > 1,5 kali atau naik senilai lebih besar sama dengan 0,3 mg/dL). Disertai atau tanpa disertai gejala prodromal seperti: demam, diare, muntah, batuk pilek. Pemeriksaan USG, bentuk dan ukuran ginjal normal, tidak ada kelainan seperti batu, kista atau massa. Dugaan sementara penyebab GGAPA adalah bahan yang berpotensi menyebabkan gagal ginjal akut yang terkandung dalam obat sediaan cair. 
"Kementerian Kesehatan bersama BPOM masih melakukan penelusuran dan penelitian komprehensif guna mengidentifikasi faktor risiko lain terjadinya GGAPA selain dari obat,"ujar Kalalo kepada wartawan, Senin (24/10/2022).

Untuk mencegah dan menanggulangi kasus GGAPA, dokter Debie mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut telah menyampaikan kepada seluruh Dinas Kabupate Kota segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit, Fasilitas Kesehatan. 
"Jika ditemukan kasus GGAPA di wilayah masing-masing, segera melaporkan kasus tersebut melalui GForm dalam aplikasi SKDR dan RS Online,"jelasnya.

Dikatakannya, meningkatkan kewaspadaan Rumah Sakit, Fasilitas Kesehatan lain untuk bisa
mendeteksi dini kasus GGAPA melakukan tatalaksana dan manajemen klinis GGAPA pada anak sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor Hk.02.02/I/3305/2022 Tentang Tata Laksana Dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
"Pedagang Besar Farmasi di wilayah Sulawesi Utara untuk sementara waktu tidak mendistribusikan obat bentuk sediaan Sirup ke sarana atau fasilitas pelayananan kesehatan milik Pemerintah dan atau swasta seperti RS, Apotek, toko obat dan klinik. Kepada Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah, swasta seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Toko Obat, Dokter Praktik, Klinik di
wilayah kerja masing-masing untuk sementara waktu tidak meresepkan   menjual dan menggunakan obat dalam bentuk sediaan sirup kepada pasien/masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan,"ucap Kalalo.

Dokter Debie juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan terutama orang tua yang memiliki anak usia kurang lebih 6 tahun dengan gejala
penurunan volume/frekuensi urin atau tidak ada urin, dengan atau tanpa demam/gejala prodromal lain untuk segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan
terdekat.

"Orang tua yang memiliki anak terutama usia Balita untuk sementara tidak mengonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten. Perawatan anak sakit yang menderita demam di rumah lebih mengedepankan tatalaksana non farmakologis seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat,"pungkasnya.(onal/*).

0 Komentar

Add Comment