Diduga Telantarkan Istri Gara-gara Orang Ketiga, Direktur IPDN Kampus Sulut Dipolisikan

Diduga Telantarkan Istri Gara-gara Orang Ketiga, Direktur IPDN Kampus Sulut Dipolisikan

Kantor Polda Sulut


MANADO - Oknum Direktur di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara (Sulut) berinisial NRT alias Noudy, dilaporkan ke Mapolda Sulut. Dia dipolisikan karena diduga menelantarkan istrinya SM alias Sintia.


Sebagaimana laporan polisi bernomor LP/512/X/2021/SPKT, dugaan kasus pidana itu terjadi selama kurun waktu satu tahun. Sintia sendiri terpaksa menempuh jalur hukum karena oknum Direktur yang diduga telah memadu asmara dengan seorang staf di IPDN Kampus Sulut ini, tidak lagi memberi dia nafkah.


Jangankan nafkah, memberi kabar saja, Noudy tidak pernah. Upaya mempertahankan rumah tangga yang dibangun sejak medio 2015 silam sudah pernah dilakukan Sintia, hanya saja hasilnya nihil. Alhasil, Sintia memilih melaporkan sang suami.


“Sebelum melayangkan laporan resmi di Polda Sulut pada 26 Oktober 2021, saya itu 14 Oktober 2021 sempat menyurat ke Rektor IPDN tapi tidak ada hasil,” kata Sintia, Kamis (13/12/2022).


Mirisnya, setelah melayangkan surat ke Rektor IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, dia malah mendapat informasi jika sang suami telah melayangkan gugatan perceraian ke Pengadilan.


“Sejak tahun 2020 saya ditelantarkan, tidak dinafkahi. Kini saya didugat cerai,” tutur Sintia dengan mata berkaca-kaca.

Wanita cantik yang aktif dalam pelayanan Gereja ini pun menambahkan, dia awalnya tidak curiga ketika ditelantarkan sang suami. Namun setelah ditelusuri, sang suami menelantarkannya karena diduga kuat telah memiliki wanita simpanan.


“Dia merupakan seorang staf di IPDN Kampus Sulut berinisial AT,” ketusnya.

Dalam kesempatan itu, Sintia meminta agar Polda Sulut dapat menindak lanjuti laporan yang dilayangkan 26 Oktober 2021. Sebab kata Sintia, Noudy merupakan orang hebat yang memiliki jaringan di mana-mana.


“Sebelum membuat laporan saya sempat ditantang Noudy. Dia bilang laporan saya ini tidak akan ditangani. Tapi saya yakin, aparat kepolisian professional dalam menyelidiki setiap laporan. Dalam laporan ini, saya sudah pernah dimintai keterangan sekali,” tandasnya.


Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Mulyatno SH MM ketika dikonfirmasi tak menampik jika pihaknya tengah menyelidiki laporan tersebut.


“Akan saya cek dulu, sampai sejauh mana penangannnya,” kata Kapolda Sulut melalui pesan singkat WhatsApp.


Noudy sendiri ketika dihubungi, Jumat (14/1/2022) malam, enggan menanggapi perihal laporan tersebut. (len)

4 Komentar

  • Berita ini baik. Ungkap saja, supaya jangan ada dusta. Gimana mau kelola kantor dengan baik kalau lebih banyak manajemen kemesraannya.

  • Setuju pak Artur, mohon cari berita yang layak untuk masyarakat. Karena berita seperti hanya bikin heboh saja. Tidak berbobot.

  • Berita ini jadi catatan penting untuk lembaga pendidikan pencetak kader pemimpin. Contoh yang tidak terpuji.

  • Media ini tidak berbobot, masalah rumah tangga di share. Mungkin karena kurangnya keahlian dari karyawan untuk mencari berita yang lebih bermutu.

Add Comment