Steven Kandouw Sarankan Dana Desa Digunakan Bantu Anak Sekolah dan Pertanian di Sulut

Steven Kandouw Sarankan Dana Desa Digunakan Bantu Anak Sekolah dan Pertanian di Sulut

Wagub Steven Kandouw saat diwawancarai sejumlah wartawan usai membuka Bimtek pengelolaan keuangan desa.(foto: istimewa)


KORANMANADO.CO.ID- Dinas Pemberdayaan Masyatakat dan Desa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur/perangkat desa dalam pengelolaam keuangan desa bertempat di Hotel Peninsula Manado, Selasa (11/6/2024). 

Bimtek yang dihadiri 400 perangkat desa dari Kabupaten Sangihe, Sitaro, Kotamobagu, Minahasa Utara dan  Bolmut itu dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven O.E Kandouw sekaligus membuka kegiatan.

Steven Kandouw mengatakan, dia memberi masukan dua point penting dalam kegiatan itu. Yang pertama soal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua soal peningkatan usaha pertanian. Dua poin ini merupakan visi dari Gubernur Olly Dondokambey.

"Saya memberikan masukan  tentang peningkatan SDM dan usaha pertanian. Nah, dua poin ini menjadi visi pertama dan kedua dari bapak gubernur. Karena ini boleh gaung bersambut menggunakan dana desa. Terutama yang SDM," ucapnya saat diwawancarai sejumlah wartawan usai membuka kegiatan. 

Dalam peningkatan SDM, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara punya target yakni tiga tahun kedepan anak-anak di daerah ini 80 persen lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

"Mulai saat ini, memasuki transformasi pendidikan di Sulawesi Utara, tiga tahun kedepan anak-anak Sulawesi Utara 80 persen lulus SMA," tandasnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Wagub Kandouw menyampaikan bahwa jumlah penduduk di Sulut hanya 2,6 juta jiwa atau tidak mencapai 1 persen dari total penduduk nasional yang mencapai 270 juta jiwa. Dari 270 juta penduduk Indonesia tidak sampai 50 juta sarjana, 75 juta lulusan SMA dan 150 juta di bawah SMA dan tidak lulus SMP. 

"Jadi peningkatan SDM ini sangat penting. Paling ideal dana desa juga dipakai untuk membantu anak-anak sekolah. Kalau anak-anak kita lulus SMA, dia punya aset yaitu Ijazah SMA. Pemerintah provinsi menawarkan lulus SMA, SMK bisa kerja ke Jepang. Ikut pelatihan enam bulan, gajinya  23juta dan pekerja magang gaji 17 juta," ungkat Wagub.

Untuk itu ia meminta aparat desa bertekad dari sekarang agar kedepan tidak ada lagi anak-anak yang tidak lulus SMA. Menurutnya, ini cara yang tepat untuk keluar dari kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

"Dana desa dipakai untuk subsidi anak-anak sekolah. Kita punya ikhtiar dan semangat anak-anak kita dapat pendidikan minimal SMA. Subsidi anak sekolah, dibantu dan ajak rapat warga desa. Ini betul-betul tujuan merdeka belajar supaya anak dapat akses belajar," katanya.

Selain SDM, juga peningkatkan pertanian. Wagub menjelaskan, waktu Covid 19 melanda banyak usaha yang tutup. Tapi yang tidak terpengaruh yakni sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

"Semua harga naik, jadi kita harus berupaya untuk pertanian dan perikanan. Dana desa gunakan untuk ini. Kalau orang bertanya tidak ada pupuk, bisa pakai pupuk organik dan sebagainya. Masuk iklim La Nina, curah hujan sampai Oktober. Manfaatkan visi bapak gubernur yakni peningkatan pertanian," ucap Wagub Kandouw.

Terkait masalah pengelolaan keuangan. Steven Kandouw tidak ragu dengan kapasitas aparat desa yang hadir dalam Bimtek tersebut. Selain itu ia juga meminta kepada aparat desa serius menekan stunting. Menurutnya, bahaya stunting berkaitan dengan peningkatan SDM.

"Saya percaya yang ikut Bimtek ini punya integritas. Karena semua diawasi jadi jangan coba-coba. Dan tak kalah penting, soal stunting. Aparat desa cari tau ibu hamil dan anak dibawa 5 tahun. Berikan mereka bantuan susu dan makanan bergizi. Dengan cara ini kita bisa keluar dari stunting," pungkasnya.(onal/**)

0 Komentar

Add Comment