Dugaan Korupsi Rp1,5 M Tahap Dua, Kadis Pariwisata dan Suami Ketua DPRD Minahasa Segera Dimejahijaukan

Dugaan Korupsi Rp1,5 M Tahap Dua, Kadis Pariwisata dan Suami Ketua DPRD Minahasa Segera Dimejahijaukan

DUA tersangka dugaan korupsi belanja modal peralatan dan mesin di Sekretariat DPRD Minahasa Rp1,5 miliar. (foto. istimewa)


KORANMANADO.CO.ID-
Perkara dugaan korupsi belanja modal peralatan dan mesin pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa berbanderol Rp1,5 miliar, yang menjerat suami Ketua DPRD Glady Kandouw berinisial EP alias Erwin (52), dan Kepala Dinas Pariwisata Minahasa DK alias Dolfie (57), dipastikan akan berlanjut hingga ke tahap persidangan.

Pasalnya, Senin 10 Juni 2024, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa telah menyerahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut. Hal tersebut diterangkan Kepala Seksi Intelijen Kejari Minahasa Suhendro G.K, SH, Selasa (11/06/2024).

"Tahap dua (penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka) dilakukan setelah Jaksa Peneliti menyatakan kedua berkas perkara sudah lengkap (P-21) pada tanggal 21 Mei 2024," kata Suhendro.

Total ada 66 barang bukti yang terkumpul selama proses penyidikan. 

"Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana, Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," tandas Suhendro.

Sebagaimana pemberitaan KoranManado.co.id sebelumnya, Dolfie dijadikan tersangka, karena dalam pelaksanaan mega proyek korupsi Rp1.573.138.733 dari total pagu anggaran sebesar Rp.2.334.858.364, dia bertindak sebagai Sekertaris Dewan Kabupaten Minahasa. Dimana dia juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus PPK.

Sedangkan, Erwin yang berstatus sebagai suami Ketua DPRD Minahasa ini adalah orang yang memborong semua proyek pengadaan belanja modal peralatan dan mesin pada Sekretariat DPRD Minahasa Tahun Anggaran 2022, dengan menggunakan beberapa perusahaan hasil pinjaman. (jenglen)

0 Komentar

Add Comment