Kuartal I Tahun 2024 dari 2.7 juta WargaTereregistrasi di Sulut, 2.3 juta Peserta Aktif JKN

Kuartal I Tahun 2024 dari 2.7 juta  WargaTereregistrasi di Sulut, 2.3 juta Peserta Aktif  JKN

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah X Octavianus Ramba saat pemaparan materi.(foto istimewa)


KORANMANADO.CO.ID - Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi yang  akupan perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat tinggi. 

Hal itu terlihat sesuai data BPJS Kesehatan sebagai pengelola, dimana hingga kuartal I tahun 2024 berjumlah 2.7 juta warga di Sulut yang teregistrasi sebagai peserta JKN. 

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah X, Oktavianus Ramba mengatakan Jumlah tersebut sudah mencakup 101 persen.

“Angka 2,7 juta peserta JKN ini melebihi jumlah penduduk Sulawesi Utara, sebanyak 2,6 juta jiwa. Karena ada juga warga yang berasal dari diluar daerah menjadi peserta JKN di Sulut,” kata Ramba, Kamis,(16/05/2024), saat rekonsiliasi iuran jamkesnas se-Provinsi Sulut di Four Points Hotel.

Namun, keaktifan kepesertaan peserta JKN di Sulawesi Utara belum sebagus cakupannya karena hanya mencapai 2.3 juta peserta yang aktif. 

"Aktif artinya iurannya tidak menunggak. Yang aktif hanya 76 persen," ujar Ramba.

Lanjutnya, tingkat keaktifan peserta JKN Sulawesi Utara turun karena pada tahun lalu mencapai 77 persen. 
 
"Ada 653 ribu peserta JKN yang tidak aktif. Bagaimana kalau mereka sakit? Otomatis tidak terjamin," tukas Ramba.

Dikatakannya, ada enam kabupaten kota yang keaktifan pesertanya di bawah 75 persen. Beruntung kalau ada  peserta yang tidak aktif tersebut terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC ) Pemerintah Daerah.

“Segmen terbesar peserta menunggak iuran adalah peserta mandiri, PBI Pemda dan PBI APBU,” kunci Ramba.(ferry)

Tags

    Tidak ada tag untuk berita ini

2 Komentar

Add Comment