Didakwa Gelapkan Rp196 Juta Duit Perusahaan, Anita Ernawati Terancam 5 Tahun Bui

Didakwa Gelapkan Rp196 Juta Duit Perusahaan, Anita Ernawati Terancam 5 Tahun Bui

TERDAKWA Anita Ernawati menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Manado. (foto. istimewa)


MANADO, KORANMANADO.CO.ID-
AET alias Anita alias Ernawati, warga Tuminting, Rabu (03/04/2024), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Manado. Dia, diadili karena diduga menggelapkan uang PT Improve Jaya Steel berbanderol Rp196 juta.

Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin  Syors Mambrasar SH, Jaksa Penuntut Umum Stanley Pratasik SH menerangkan kalau terdakwa Anita Ernawati melanggar pasal 374 KUHP.

Adapun kata Jaksa, tindakan pidana terdakwa Anita Ernawati dilakukan pada medio 2023 silam, ketika dia bekerja sebagai kasir, merangkap admin pajak di PT Improve Jaya Steel.

Dimana, uang yang ditagih terdakwa pada konsumen tidak dia setor ke perusahaan. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp196 juta.

Usai membacakan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Total, ada empat orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, mereka merupakan petinggi di PT Improve Jaya Stell.

Dalam keterangannya, para saksi menyebut kalau perbuatan terdakwa, dilakukan pada awal tahun 2023, dan baru terungkap pada 27 November 2023.

Saat perbuatan pidana terangkat ke permukaan, pihak perusahaan beberapa kali meminta terdakwa agar mengembalikan uang yang dia gelapkan. Namun, tidak ada itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan uang ratusan juta tersebut.

"Kami sudah memberikan waktu kepada terdakwa untuk mengganti uang perusahaan. Tapi tidak ada itikad baiknya. Oleh karenanya perusahaan mengambil langkah melaporkan kasus ini ke polisi," kata saksi Merry Janti.

Usai mendengarkan keterangan saksi, sidang ditunda hingga pekan depan. Jaksa Stanley Pratasik SH sendiri ketika diwawancarai, mengatakan kalau terdakwa terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Kalau sesuai dakwaannya, terdakwa terancam lima tahun penjara," kata Jaksa.

Sementara itu, Doan Tagah SH, kuasa hukum korban mengatakan, dalam perkara ini, kliennya mengalami kerugian Rp 196 juta. Untuk itu, dia meminta Majelis Hakim memberikan hukuman maksimal kepada terdakwa.

Sebab kata Doan, selain merugikan perusahaan, perbuatan terdakwa juga merugikan para pekerja di PT Improve Jaya Stell.

"Klien kami berharap agar terdakwa bisa diberikan hukuman yang maksimal," tandasnya. (jenglen)

Komentar

Add Comment