Senggol Nama Joune Ganda, Hillary Lasut Klarifikasi Soal Kepulangan Jenazah Ando

Senggol Nama Joune Ganda, Hillary Lasut Klarifikasi Soal Kepulangan Jenazah Ando

Foto diambil dari akun fb @hillary brigita lasut.(foto istimewa)


KORANMANADO.CO.ID- Kabar terkait siapa yang memulangkan jenazah pemuda Ando Wongkar dari Maluku Utara ke Manado Sulawesi Utara beberapa hari belakangan ramai di media sosial (Medsos).

Hal itu disebabkan karena warganet menyeret nama politisi Partai Demokrat Hillary Brigita Lasut (HBL), putri Bupati Kepulauan Talaud, Elly Lasut. Kehebohan itu berawal dari akun facebook @Jufrit Wongkar Van Gobel.

Dalam postingannya, @Jufrit Wongka Van Gobel menyebut HBL merupakan orang yang paling berjasa sehingga jenazah almarhum Ando Wongkar bisa kembali ke Manado. Meski belakangan, postingan tersebut telah dihapus.

Sejumlah warganet membantah dan mulai menunjukkan bukti lain terkait kepulangan jenazah Ando. Warganet menyebut bukan HBL, tapi Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang telah membantu proses kepulangan jenazah Ando, sambil menyertakan bukti-bukti foto. 
 
HBL sendiri memang tidak pernah mengklaim kalau dia atau yayasannya yang memulangkan jenazah Ando Wongkar. Tidak ingin disebut menyebarkan berita hoax, HBL melakukan klarifikasi di akun pribadinya seperti dikutip, Minggu (3/3/2024).

"HATI HATI DENGAN MODUS BARU PENYEBARAN HOAX DAN UJARAN KEBENCIAN JENIS INI! Mereka memposting memanfaatkan kasus duka seakan sudah ada tim yg turun dan mendokumentasikan follow up kasus ke maluku padahal tidak ada Fotonya, tidak ada tim kami yg ke Maluku dan sejak awal sudah kami sampaikan bahwa kami tidak membantu dalam bentuk dana apabila dari yayasan karena status saat itu katanya sudah dibayar tinggal minta tambahan yang. Kalau dari yayasan bantuan kami langsung dalam bentuk barang jadi atau jasa yg dibutuhkan agar tepat sasaran.

TIM KAMI TIDAK PERNAH KE MALUKU DAN BERFOTO DENGAN KELUARGA ATAU SIAPAPUN PELAPOR DALAM KASUS INI DAN MENGAKUI AKAN MENGANTAR PULANG, KARENA MEMANG KAMI TIDAK BERKOMUNIKASI LANGSUNG DENGAN KELUARGA TAPI ADA YANG SEAKAN2 SUDAH MENERIMA KONFIRMASI DARI TIM KAMI MESKI TANPA DOKUMENTASI. 

Tidak semua kasus kami terima setelah di follow up dan kalau tidak bisa dibantu kami tidak naikan dokumentasinya, contoh kasus melunasi hutang pribadi, kasus sudah bayar tagihan bpjs tapi masih uang pinjol minta tolong kami lunasi, dan sejenisnya, atau khususnya kasus yg tidak bisa kami verifikasi. 

Contohnya kasus ini, saat kami mau check untuk bantu pemesanan kargo jenazah katanya sudah dibayar tinggal tambah uang, kasus yg seperti ini biasanya tidak kami bantu, paling hanya kami beri santunan sama seperti kasus bpjs sudah dibayar tapi bayarnya hutang ke orang lain tinggal minta uang untuk ganti. Bagi kami, itu aturan yg berlaku di yayasan. (Dan syukur tidak kami langsung bantu karena ternyata sudah dibayar oleh pihak lain).

Hal-hal seperti ini, dimana banyak upaya untuk menjatuhkan dengan cara-cara yg jahat tolong masyarakat lebih hati-hati. Kalau ada tim yg turun pasti dengan segenap kekuatan kami bantu dan follow up terus casenya. Tapi ini sudah cara-cara keji untuk menjatuhkan, mulai saat ini sepertinya masyarakat hati-hati dalam membaca informasi negatif soal tim HBL. 

Sangat disayangkan sudah mengatasnamakan relawan tokoh tingkat kabupaten  harusnya sudah fokus kepada prestasi tokoh yg didukung, bukan menyebar hoax dengan modus-modus seperti penipu. 

Hati-hati pak Joune, banyak yg mendengar kami sempat simpatik dengan situasi pak Joune saat ini, entah ini upaya adu domba atau apa tapi jelas ini mengecewakan. Kalau ternyata tujuan dari membantu hanya agar dapat menyebarkan fitnah, tentu tidak ada lagi esensi dari memberi bantuan karena tujuannya ternyata bukan untuk kebaikan. Semoga tidak demikian. Demikian informasi ini kami sampaikan agar dapat diantisipasi".

Hingga pukul 13.50 WITA, postingan HBL masih direspon positif warganet. Sebanyak 1.810 menyukai, 250 komentar dan 75 kali dibagikan.(onal/**)

Komentar

Add Comment