Pembunuh Balita di Elusan Minsel Diringkus, Dua Kaki Ditembak, Sitorus: Tersangka Terancam Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Balita di Elusan Minsel Diringkus, Dua Kaki Ditembak,  Sitorus: Tersangka Terancam Penjara Seumur Hidup

KAPOLRES Minsel AKBP Feri Sitorus memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan anak usia 2 tahun 8 bulan di Desa Elusan Kecamatan Amurang Barat. (foto istimewa)


MINSEL, KORANMANADO.CO.ID-
VT alias Valen alias Kats (22), warga Kelurahan Teling Tingkulu, Kecamatan Wanea hanya merintih kesakitan. Pasalnya, dua kaki pembunuh balita berinisial KZT (2), warga Desa Elusan Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan ini, diterjang timah panas tim Resmob Polres Minsel.

Pelor tim Resmob terpaksa diarahkan ke kaki tersangka, karena melawan saat akan ditangkap. Keberhasilan tim Resmob dalam mengungkap kasus pembunuhan balita di Desa Elusan, dibeberkan Kapolres Minsel AKBP Feri Sitorus melalui press conference, Senin (23/10/2023).

Kata Kapolres, kejadian berdarah itu terjadi di Desa Elusan Kecamatan Amurang Barat, Sabtu 21 Oktober 2023, sekitar pukul 05.30 Wita.

Berawal ketika tersangka, bersama pacar dan dua rekannya bertandang ke Desa Tewasen, sehabis jalan-jalan ke Kota Tomohon. Di Desa Tewasen, tersangka lalu diajak teman laki-lakinya untuk pesta minuman keras (miras) di Desa Elusan.

Namun, sebelum meneguk miras, tersangka sudah lebih dulu mengkonsumsi delapan butir obat jenis Neometor. Saat tersangka sedang meneguk miras, datang korban bersama kedua orang tuanya.

Tidak lama berada di lokasi, balita 2 tahun 8 bulan ini kemudian digendong pacar dari tersangka. Karena sudah dipengaruhi minuman keras, tersangka dan pacarnya yang sedang menggendong korban terlibat cekcok. Seketika itu pula, tersangka mencabut pisau jenis badik yang diselipkan di pinggang kiri, dan mengarahkannya ke pacar tersangka. 

Naas bagi korban, karena dirinya digendong pacar tersangka, pisau yang diarahkan tersangka ke pacarnya mengenai tubuh korban.

"Melihat tikaman tersebut tidak mengena badan pacarnya, tersangka kembali menghunuskan sajamnya ke arah sang pacar. Namun, tikaman itu juga kembali bersarang ke tubuh korban. Total, ada dua tikaman yang bersarang di perut korban," kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Lesly Deiby Lihawa.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan tersangka dan orang tua korban yang berada di lokasi kejadian langsung menganiaya tersangka, sehingga tersangka melarikan diri ke Kota Manado dengan mengendarai sepeda motor milik orang tua pacarnya.

"Sementara itu, korban yang sudah mengalami pendarahan, dilarikan ke rumah sakit Prof Kandow Malalayang Manado untuk dilakukan operasi. Sayangnya nyawa korban tidak tertolong lagi," sebut Kapolres.

Untuk tersangka sendiri lanjut Kapolres, diciduk saat bersembunyi di rumah neneknya di Kota Manado. Saat ini, tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Minsel.

"Dalam kasus ini, tersangka kita jerat dengan menggunakan pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 2 ayat (1) undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau pidana paling lama 15 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 3.000.000.000.000," tandas Kapolres. (jenglen)

1 Komentar

  • Akibat minuman haram yang namanya cap tikus !!

Add Comment