Wow,, Ada Ratu di BP2JK Sulut, Begini Perannya

Wow,, Ada Ratu di BP2JK Sulut, Begini Perannya

BP2JK Sulawesi Utara


MANADO, KORANMANADO.CO.ID - Proses tender atau lelang proyek di Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Utara diduga berlangsung kotor. Dugaan itu berhembus, menyusul para pemenang yang ditetapkan tidak lagi dinilai lewat aspek kualifikasi barang dan jasa, melainkan dilihat dari siapa kontraktornya.

Bahkan, sebelum proyek ditenderkan, oknum ASN di BP2JK dikabarkan telah menentukan pihak pemenangnya. Dari informasi yang masuk Redaksi Koranmanado.co.id, oknum ASN itu merupakan KTU di BP2JK Sulut berinisial FL alias Frin.

Di BP2JK Sulut, dia disebut-sebut memiliki wewenang yang mengatur seluruh hasil proses tender, maupun penentu dalam menunjuk tim kelompok kerja (Pokja).  Sehingga di kalangan kontraktor, perempuan FL dijuluki sebagai Ratu Tender.

"Rata-rata pemenang dalam tender proyek besar di Sulut merupakan orang dekat FL. Jadi, proses tender ala Ratu di BP2JK ini tidak lagi melihat kualifikasi barang dan jasa yang disediakan kontraktor, tapi dilihat siapa kontraktornya," sebut aktivis anti korupsi Sulut Jeffrey Sorongan, Jumat (28/4/2023).

Dia menyoroti proses lelang, karena menduga adanya unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam lelang proyek ala Ratu di BP2JK itu.

"Ada salah satu kontraktor yang memenangkan beberapa proyek besar di Sulut. Pagu anggarannya mencapai ratusan miliar. Menurut kami ini tidak masuk akal," kata Sorongan.

Salah satunya proyek preservasi jalan Esang-Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud berbandrol Rp204 miliar. Dimana, PT. Marga Dwitaguna yang  adalah peserta urutan ke 11 atau terakhir, keluar sebagai pemenang tender. Sedangkan dalam proses tender itu, penawar terendah yang adalah peserta nomor urut pertama yakni PT. Telaga Megabuana.

"Padahal pemenang tender lelang ini hanya menurunkan penawaran 3% dari nilai pagu. Kalau proses tendernya seperti itu kasihan para kontraktornya, karena setahu kami biaya yang dikeluarkan saat mengikuti tender lumayan besar," tandasnya sembari berharap agar pihak terkait memberikan tindakan terhadap aksi lelang proyek ala Ratu di BP2JK itu.

FL sendiri ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp memilih menutup mulutnya rapat-rapat. 

Diketahui, proses tender tidak jujur ala Ratu FL ini berhembus kencang pasca Sutopo mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala BP2JK Sulut. Peraih penghargaan manajemen anti suap ini dikabarkan mengundurkan diri karena sistem kerja di BP2JK diduga tidak profesional. Salah satunya mengenai proses lelang proyek yang diduga dikendalikan FL dan Sutopo tidak bisa melakukan penindakan. (jenglen)

0 Komentar

Add Comment