Tangis Ibu Korban Indo Sarapung Pecah, Berharap Polisi Tegas dan Adil Usut Kematian Anaknya

Tangis Ibu Korban Indo Sarapung Pecah, Berharap Polisi Tegas dan Adil Usut Kematian Anaknya

Ibu korban Indo Sarapung saat membaca surat permohonan bantuan dan meminta kasus kematian anaknya diusut dengan tegas dan adil.(foto: tangkapan layar)


Tondano, KORANMANADO.CO.ID- Terungkapnya kasus pembunuhan di perkebunan kaki gunung Mahawu, Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Sabtu 4 Februari lalu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban Indo Sarapung (31), warga Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Minahasa Sulawesi Utara (Sulut).

Keluarga korban yang berlatar belakang kurang mampu, berupaya mencari keadilan terkait kasus pembunuhan sadis ini. Dikutip dari vidio berdurasi 2 menit 51 detik yang beredar di media sosial, Minggu (12/02/2023), ibu korban meminta pertolongan pihak-pihak terkait. Nampak dalam vidio, ayah, istri korban dan sanak saudara turut mendampingi. Mereka semua mengenakan pakaian serba hitam memohon kepada aparat Kepolisian agar tegas dan adil mengusut kasus tersebut.

Ibu korban juga memohon bantuan kepada para pakar hukum pidana dan pengacara untuk membantu dan mendampingi mereka dengan ikhlas dan tulus hati. Ibu korban juga menyebut nama Hillary Lasut (Anggota DPR RI) agar bisa membantu dan mendampingi keluarga korban dalam mencari keadilan. Tangis ibu korban pecah saat meminta kasus pembunuhan anaknya itu diusut tuntas. Ia mengatakan pembunuhan anaknya itu sudah direncanakan, bukan kasus kematian biasa dengan tidak sengaja. Berikut penggalan kutipan vidio permohonan keluarga yang disampaikan ibu korban.

"Kami dari keluarga besar korban Almarhum Indo Sarapung yang menghilang 12 hari dan telah ditemukan dalam keadaan naas, dengan vidio ini kami ingin meminta belas kasih kepada pakar hukum yang bersedia mendampingi kasus kematian sudara kami Indo Sarapung yang telah menjadi korban pembunuhan pelaku bernama Rando Singal. 

Dengan keterbatasan ekonomi kami yang tidak mampu membayar pengacara, saat ini kami membutuhkan pertolongan khususnya ibu Hillary Lasut. Kami harap berkenan membantu mengusut tuntas kasus kematian anak kami yang sudah direncanakan, bukan hanya kematian dengan tidak sengaja.

Kami berharap dengan adanya pakar hukum yang bersedia dan berkenan membantu kami dalam menghadapi kasus ini, sekiranya pihak Kepolisian Republik Indonesia dapat dengan tegas dan adil untuk bisa mengadili pelaku kejahatan yang menghilangkan nyawa anak kami Indo Sarapung.

Sekiranya dengan adanya vidio permohonan ini ada pihak-pihak terkait yang bisa turut mendampingi sehingga kasus ini bisa mendapatkan keadilan yang layak. Demikian kami keluarga Almarhum, sekiranya permohonan kami dapat diterima dengan ikhlas dan dengan segenap hati"

Sebelumnya diberitakan, Tim Resmob Polres Minahasa yang dipimpin Aiptu Ronny Wentuk berhasil mengungkap penyebab kematian korban Indo Sarapung. Lelaki yang berprofesi sebagai tukang ojek itu ternyata korban pembunuhan. Korban yang dikabarkan hilang sejak 24 Januari lalu itu diduga dibunuh secara sadis oleh RS alias Rando (25) warga Rurukan Kota Tomohon. 

Setelah melakukan penyelidikan dari CCTV dan berbagai informasi yang dikumpulkan, Tim Resmob berhasil mengamankan tersangka di Kos-kosan Kelurahan Matani Kota Tomohon. Barang bukti (babuk) yang dipakai tersangka berhasil diamankan berupa jaket jeans abu-abu, celana pendek jeans biru, kaos hitam, helm hitam.

"Babuk yang di gunakan tersangka pada saat melakukan pembunuhan terhadap korban, sudah dibuang ke tempat sampah tapi berhasil ditemukan oleh tim Resmob. Pisau yang digunakan menusuk korban juga ditemukan. Tersangka sembunyikan di rumah kakanya di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur,"ujar Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto, Kamis (9/2/2023).

Pada saat diamankan di tempat persembunyiannya, pelaku hendak melakukan perlawanan. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas terukur. Pelaku kemudian dibawah ke Rumah Sakit untuk dilakukan perawatan. 
"Tim Resmob juga akan mencari babuk milik korban berupa sepeda motor dan handphone yang sudah di jual oleh pelaku. Saat ini tersangka sudah dibawa ke Mako Polres Minahasa untuk di proses lebih lanjut,"tandas Kasat Susanto.

Fakta-fakta Kasus Pembunuhan Indo Sarapung: 

Pada, Selasa tanggal 24 Januari 2023 sekitar 8:43 WITA, tersangka bertemu dengan korban di Kelurahan Kendis, Kecamatan Tondano Barat tepatnya di depan Laundry Marclin. Tersangka ingin menyewa ojek yang kendarai korban ke arah Mahawu untuk bermain ayam. Tapi korban menolak karena tersangka hanya mau membayar Rp. 25.000.

Korban meninggalkan tersangka dan pergi ke pangkalan Ojek Plaza. Korban kemudian meminta kepada temannya Sandro (saksi) supaya mengantar tersangka ke Mahawu. Saksi Sandro datang menghampiri tersangka dan menawarkan jasa ojek. Tapi tersangka tidak menanggapi. Saksi Sandro akhirnya meninggalkan tersangka. Sesaat kemudian, tersangka sadar di tempat dia berdiri ada CCTV. Tersangka kemudian berpindah tempat. 

Sesaat kemudian, korban Indo Sarapung melintas lagi di depan tersangka. Korban dipanggil tersangka dan menawarkan harga Rp 100.000 jasa ojek ke Mahawu Rurukan Tomohon. Korban setuju. Bersama tersangka, mereka bergerak ke arah kaki Gunung Mahawu. Di jalan raya Mahawu, tersangka meminta korban berbelok ke arah kanan menuju perkebunan Mahawu. 

Korban menuruti permintaan tersangka. Kira-kira 10 meter berbelok ke jalan perkebunan, tersangka mengambil pisau yang disimpan di jaketnya. Tersangka minta korban berhenti, kemudian tersangka memegang leher korban pakai tangan kiri. Tangan kanan tersangka yang memegang pisau langsung menusuk leher korban sampai tembus sebelah. 

Korban terjatuh bersama dengan tersangka di motor milik korban. Korban sekarat, tersangka menarik korban ke bawah pohon dan mengambil handphone milik korban. Tersangka menarik pisau yang ia tikam ke leher korban. Korban kemudian meninggal. Tersangka menutup mayat korban dengan daun dan kayu lalu pergi. 

Handphone dan motor milik korban dijual. Motor korban laku dijual Rp3.600.000. Pembeli warga Bitung. Handphone dijual Rp1.200.000 pembeli warga kawangkoan. Motif pelaku melakukan pembunuhan yakni ingin menguasai sepeda motor dan hansphone milik korban dengan 
modus berpura-pura jadi penumpang ojek.(onal)

0 Komentar

Add Comment