Raih Juara 1 Senam Poco-Poco Kreasi, Tim Saint Paul Ucap Syukur: Ini Hasil Kerja Keras dan Doa Kami

Raih Juara 1 Senam Poco-Poco Kreasi, Tim Saint Paul Ucap Syukur: Ini Hasil Kerja Keras dan Doa Kami

Usai lomba, Tim senam poco-poco kreasi Wilayah Rohani Santu Paulus foto bersama Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng RD Ventje Felix Runtulalo Pr, Hukum Tua Desa Pineleng II Hengky Tangapo, Manajer Tim Donald Taliwongso.(foto : koranmanado.co.id)


Pineleng, KORANMANADO.CO.ID- Rangkaian kegiatan lomba seni, liturgi dan olahraga dalam rangka memperingati Pesta Pelindung Paroki Santu (St) Fransiskus Xaverius Pineleng pada 3 Desember mendatang masih berlanjut. Sabtu (19/11/2022) sore tadi, giliran lomba olahraga senam poco-poco kreasi yang dipertandingkan.

Untuk menjaga netralitas dan kualitas penilaian, tim kerja mengundang juri berlisensi dan memiliki sertifikat juri Nasional dari Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) yakni Alexandra Ratu selaku juri 1, Elvie Rahakbauw juri 2 dan juri 3, Laurin Kalalo perai juara 1 senam poco-poco perseorangan tingkat Nasional. Sebelum lomba, masing-masing juri diberi kesempatan memperkenalkan diri dan menyampaikan biodata serta pengalaman mereka. 


Sebanyak 8 tim dari 11 Wilayah Rohani ikut ambil bagian dalam perlombaan itu, semua tampil memukau dengan kreasi yang berbeda-beda. Ratusan penonton yang memadati area lomba di kompleks Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng tepatnya di Desa Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara sangat antusias mendukungan dan mensuport masing-masing peserta.

Nampak Pastor Paroki RD Ventje Felix Runtulalo Pr, Anggota DPRD Minahasa Moureen Pongantung, Hukum Tua Desa Pineleng II Hengky Tangapo, Ketua Kaum Bapa Katolik Kevikepan Tombulu Lexi Mantiri, Ketua Kaum Bapa Katolik Paroki Pineleng Felix Walangitan, Ketua Tim Kerja Hollino Makarawung ikut hadir menyaksikan perlombaan.


Sebelum menyampaikan pemenang, juri satu dan dua bergantian menyampaikan dasar kriteria penilaian kepada peserta yang sebelumnya juga sudah disampaikan ke masing-masing Wilayah Rohani. Mulai dari teknik gerak (step poco-poco 60 persen, body alligment atau keselarasan tubuh), kreatifitas (tingkat kesulitan, formasi, pose awal dan akhir), kekompakan, hingga penampilan umum (disiplin, semangat dan kesan umum).

Dari kriteria itu, hasilnya tim poco-poco Saint Paul dari Wilayah Rohani Santu Paulus keluar sebagai pemenang dengan nilai 711,5. Juara kedua dari Wilayah Rohani Santu Agustinus dengan nilai 630 dan juara ketiga Wilayah Rohani Santa Cecilia dengan nilai 627.


Tim senam poco-poco kreasi Wilayah Rohani Paulus berjumlah 8 orang, mereka diantaranya Henny Anes, Merny Kalalo, Stela Wowor, Fheybe Ingkiriwang, Virginia Gazali, Fransiska Leke, Agnes Wellyam dan Novi Tangapo. Mereka tampil cantik, anggun dan berkelas. Rambut yang dikepang dua dipadu dengan seragam merah hitam menambah kesan berani dan elegan. Ketua Wilayah Rohani Santu Paulus Novi Tangapo menyampaikan, hasil ini buah dari doa, kerja keras dan disiplin tim saat latihan.

"Kami puas. Ini hasil kerja keras kami, disiplin saat berlatih baik siang, sore hingga tengah malam, bahkan hari libur dan hujan pun kami tetap latihan. Terima kasih kepada coach Arie yang sudah melatih kami dari tidak tahu dan mengerti apa itu senam poco-poco kreasi, sampai kami bisa,"ujar.


Novi juga mengaku bersyukur, karena senam poco-poco kreasi yang dilombakan dalam rangka Pesta Pelindung Paroki Pineleng ikut menambah pengalaman dan pengetahuan baru.

"Terima kasih tim kerja panitia Pesta Pelindung Paroki. Lomba ini tentu jadi pembelajaran buat kami. Kalau tidak ada lomba ini, kami tentu tidak memahani apa itu senam poco-poco kreasi. Kepada tim poco-poco kreasi Wilayah Rohani Santu Paulus. Kita berdoa, berusaha, bekerja keras, kompak dan punya kemauan. Hasilnya ini, kita jadi yang terbaik. Kami semua puas dengan hasil ini. Terima kasih tim. Doa dan usaha kita dikabulkan. Kalo torang yakin, torang gass,"tandasnya.

Ketua Tim Kerja Hollino Makarawung memberi apresiasi kepada semua peserta dan umat yang ikut ambil bagian serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kata Hollino, lomba ini tujuannya untuk mempererat kebersamaan, sekaligus upaya untuk menghidupkan kembali olahraga senam kreasi seperti poco-poco yang mulai redup.


"Ini juga jadi pengalaman buat kita semua. Kita sama-sama belajar dan dapat pengetahuan lewat lomba ini. Semoga kedepan senam poco-poco kreasi tetap dilombakan dan lebih banyak lagi yang ikut. Kita belajar bersama. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal kebersamaan dalan keluarga Gereja Katolik. Siapa tahu kedepan umat di Paroki kita ada yang jadi atlit Nasional seperti OMK Laurin Kalalo salah satu juri kita di lomba senam poco-poco kreasi ini,"ucapnya.

Sekedar diketahui, senam poco-poco kreasi diciptakan para instruktur yang tergabung di FOKBI. Ada banyak senam kreasi yang diciptakan dibawa naungan FOKBI. Selain senam poco-poco kreasi, ada juga senam poco-poco GWR. Kedua senam ini sering dipertandingkan, baik Kejuaraan Daerah (Kejurda) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) memperebutkan Piala Ibu Negara. FOKBI Sulawesi Utara dibawa pimpinan Ketua Greetty Teilman beberapa kali mengikuti Kejurnas dan berhasil membawa pulang piala di sejumlah kategori.(onal/*)

0 Komentar

Add Comment